pergantian
menangis atau tertawakah menjalani hari ini? sepertinya menitikan air mata tetap menjadi tradisi seorang wanita yang dalam kisah cintanya harus mengalami ‘pengembalian’ kepada keluarga setelah ‘diminta’.. akhirnya mata meneteskan bulirnya (I found no other words in my mind to substitute the ‘bulir’ word)
kegagalankah semua ini? seharusnya nggak. tapi kenapa terasa membebani? terasa berat langkah menjalani kisah selanjutnya. nggak pengen dan nggak diharuskan menjalani salah langkah yang terulang. padahal telah siap dengan kisah petualang terbaruku.
siap dengan kisah baru? am I? do I? really? God, help me… show me the way, God. inginku tidak menangis, hanya inginku tertawa mengingat hari ini. karena kuyakin kan kujalani kisah baru dengan bunga-bunga dan durinya yang membahagiakan.
selamat tinggal hari lama.. selamat datang hari baruku..