marriagable
(diambil dari buku marriagable by riri sardjono)
“Kenapa kamu hanya diam kalau kamu curiga?” sahut Vadin balas bertanya. “Karena aku berharap kamu cerita,” jawabku geram. “Seharusnya kita saling cerita.”
“Dan seharusnya kita saling bertanya kalau salah satu dari kita lupa cerita,” tukas Vadin cepat.
“Lupa??” pekikku jengkel. “Kamu bisa bilang lupa untuk sesuatu sepenting ini??”
“Karena menurutku ini nggak penting!” tukas Vadin bingung.
“Nggak penting??” jeritku lagi.
“Nggak ada apa-apa antara aku sama Nadya selain pekerjaan!” jerit Vadin sambil menatapku tajam.
hmm,
lumayan nih ceritanya
hihihi
sanny
July 1, 2008 at 10:02 pm