dictionary of life

always be simple to be understood

aku mau bintang

with one comment

“Kalau kamu mau bintang, tinggal bilang bintang, Honey.

agak tersentil nih membaca akhir penutup dari buku Marriagable, karangan Riri Sardjono. review singkat, jadi adalah tokoh bernama Flo yang menikah karena dijodohin sama anak temen ibunya bernama Vadin. Flo seorang yang selfish dan karena trauma masa lalunya, menjadi orang yang meragukan adanya cinta. sampai akhirnya keraguannya terjawab dengan hadirnya Vadin.

Flo begitu gengsi untuk menyatakan apa yang dia inginkan, bahkan saat dia yakin bahwa dia juga mencintai Vadin pun, nggak pernah satu kata pun terucap. sampai akhirnya, dia harus kehilangan Vadin, suaminya karena permainan yang dibuatnya sendiri.

Akhirnya, merasa cerita itu terkait dengan kisah hidupku semalam. Mencoba untuk tidak mengatakan apa yang kumau dengan jelas, hanya mencoba mengungkapkannya dengan isyarat-isyarat yang kuharap dapat dimengerti, namun hasilnya.. NIHIL.. tak ada yang mengerti isyarat itu selain aku sendiri.

Berharap dihampiri. Berharap dapat bertemu. Berharap ini .. Berharap itu….. Semua harapan itu inginnya dapat terwujud tanpa aku harus mengungkapkan keinginanku. “Harusnya dia sudah mengerti donk.. itu kan bukan hal yang susah untuk dimengerti” .. hmfiugh, venus & mars memang berbeda.. Bahasa kita memang berbeda..

Gerah dengan keadaan semalam (dan beberapa kasus sebelumnya..) dan merasa tersentil dengan cerita yang baru kubaca, akhirnya berada pada suatu keputusan diri sendiri bahwa mulai saat ini….. akan kusampaikan semuanya dengan cara yang lantang, lugas, tegas, dan terucapkan verbal (selama ini nonverbal.. dan ternyata sinyal-sinyalnya tak tertangkap.. stupid me) ..

semoga lebih dapat mengerti dan dimengerti…

kalau kangen, bilang kangen.. bukan dengan marahan (hihihihihihii… )

aku mau bintang, babe..

Written by shirley tangkilisan

April 22, 2008 at 10:51 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Well, sebenernya ada benernya sih kalo dibilang “kalo kamu mau, tinggal bilang” tapi sebenernya gak semuanya harus seperti itu…

    coba bayangkan dunia ini isinya semua harus bilang dengan jelas apa maunya dia… hambar gak sih… justru sebenernya “tebak-tebakan” itu adalah bagian dari permainan hidup yang membuat hubungan antara dua insan (tidak hanya pacaran or pernikahan yah, tapi semua hubungan antara 2 manusia) terasa ada gejolaknya…

    saat seorang teman bisa membelikan kado spesial persis seperti apa yg diharapkan… pasti kita bahagianya bukan main…

    saat seorang ibu bisa menebak isi hati anak perempuannya yg sedang sedih karena putus cinta dan secara sukarela menemani nya hingga tertidur tanpa diminta oleh sang anak… betapa indahnya ikatan batin yg terlihat saat itu…

    saat pasangan kita bisa memeluk kita saat kita pulang kantor dengan segala kelelahan dan kegeraman hati saat di kantor… betapa segarnya hati kita menyambut pelukan itu…

    well, intinya memang ada hal2 yang memang tidak perlu dibicarakan tapi “pengertian” itu ada… dan itu hanya bisa terjadi saat dua insan tersebut memang sudah punya ikatan batin di tahap yang cukup tinggi sesuai dengan jenis hhubungan yang ada sebagai seorang sahabat, pacar, keluarga, dll… dan dari sejauh mana “pengertian” dari seseorang terhadap diri kita, kita dapat melihat seberapa kuat ikatan yang sudah terjalin…

    cheers,
    - AK -

    aurellio

    May 26, 2008 at 12:48 am


Leave a Reply